Let's Dream

Let's Dream... is how you live, believe and do as you dreamed. ~DO NOT DELAY!~

Jumat, 28 Januari 2011

PEWARISAN SIFAT ( BIOLOGI SMP KELAS IX )

Jumat, 28 January 2011

Keunggulan sebuah individu dibandingkan dengan individu lain terjadi karena faktor genetik, yaitu konsep pewarisan sifat kepada keturunan oleh orang tua atau nenek moyang suatu individu.

Faktor genetik tak terjadi begitu saja, namun membutuhkan waktu lama, melalui proses yang disebut dengan mutasi. Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada DNA atau RNA, baik pada taraf urutan gen maupun pada taraf kromosom.

Berdasarkan penelitian, mutasi terjadi dengan perbandingan 1:10.000 individu. Artinya, dari 10.000 individu, hanya satu yang mengalami mutasi.

Dengan demikian, kemungkinan terjadinya mutasi sebenarnya sangat kecil. Namun, individu yang mengalami mutasi ini bisa jadi yang akan bertahan terhadap perubahan lingkungan.

Menurut Prof dr Abdul Salam M Sofro PhD SpKT, seorang ahli genetika dari Universitas YARSI, Jakarta, perkawinan antarindividu berbeda ras bisa menghasilkan fenotip (sifat fisik, biokimiawi, dan fisiologis yang terdapat dalam diri seseorang sebagaimana ditentukan secara genetik maupun lingkungan) baru yang berbeda dengan induknya.

Persilangan pada bunga anggrek, menurut Sofro, menghasilkan sifat fenotip berbeda dari kedua jenis spesies tanaman ini. Ia menuturkan individu yang memperlihatkan perubahan sifat akibat mutasi disebut mutan.

Dalam kajian genetik, mutan biasa dibandingkan dengan individu yang tidak mengalami perubahan sifat. Gen mutan bisa berproses menjadi tiga jenis respons, yaitu neutral, desease, dan advantage (selecting advantage) atau mutan yang mengalami keunggulan tertentu.

Gen normal berubah seperti asalnya atau tidak mengalami perubahan. Gen disease (penyakit) akan mati dan musnah karena tidak mampu bertahan, sedangkan gen advantage mengalami keunggulan.

Rektor Universitas YARSI ini mengatakan gen advantage akan bertahan terhadap lingkungan dengan kelebihan tertentu. Gen ini, mengacu pada teori evolusi, akan menghasilkan keturunan selanjutnya. Sementara gen lain musnah akibat tidak mampu beradaptasi terhadap lingkungan yang berubah.

Selama ini, mutasi terjadi karena paparan sinar ultraungu (ultraviolet) perubahan lingkungan dan mutagen (bahan-bahan yang menyebabkan mutasi).

Paparan ultraungu yang ada sejak dulu membuat
makhluk hidup mengalami mutasi dari waktu ke waktu. “Mutasi ultraungu merupakan mutasi natural yang ada sejak dulu,” jelasnya.

Ia menjelaskan perubahan lingkungan seperti sekarang ini, yang dipicu oleh pemanasan global, membuat makhluk hidup tanpa disadari mengalami mutasi.

Sinar ultraungu, polutan industri, pestisida, food additives, dan produk tembakau juga dikategorikan sebagai mutagen. Semuanya dikatagorikan sebagai senyawa karsinogen, yaitu senyawa penyebab kanker.
(hay/L-4)







Istilah-istilah penting

A. Alela : Gen-gen yang terletak pada lokus yang sama (bersesuaian) dalam kromosom homolog atau pasangan gen yang
memiliki pengaruh berlawanan.
B. Dihibrida : Dua sifat beda.

C. Diploid : kromosom yang berpasangan.
D. Dominan : sifat yang muncul pada suatu organisme.
E. Fenotipe : Sifat yang tampak.
F. Final : Anak keturunan/generasi
G. Galur murni : keturunan yang masih memiliki sifat asli.
H. Gen : Faktor pembawa sifat keturunan dari suatu individu.
I. Genotipe : Pasangan gen dari sifat suatu organisme yang tidak tampak dari luar.
J. Haploid : Kromosom yang tidak berpasangan.
K. Heterozigot : Pasangan gen yang tidak sama.
L. Intermediat : Sifat yang muncul bersama-sama pada suatu organisme.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar